Tanggal 9 Maret 2015 adalah hari bersejarah dalam perjalanan hidup gue dan seluruh penduduk bumi. Karena pada tanggal 9 kemarin terjadi fenomena peristiwa alam yang sangat jarang sekali terjadi yaitu Gerhana Matahari Total. Indonesia menjadi satu-satunya daratan yang dapat menjadi saksi terjadinya Gerhana Matahari Total ini. Bangka, Belitung, Palembang, Luwuk, Palu, Halmahera menjadi kota yang dilewati oleh Gerhana Matahari Total ini. Fenomena ini menjadi salah satu moment yang digunakan Kementrian pariwisata Indonesia sebagai campaign visit Indonesia. Di kota-kota tersebut banyak sekali pergelaran-pergelaran budaya yang menjadi daya tarik turis mancanegara dan domestik. Bagi para wisatawan, astronom, fotografer, moment ini sangat bersejarah dan harus disaksikan secara langsung, hal ini terlihat dibeberapa kota yang dapat menikmatin moment GMT ramai didatangi masyarakat lokal ataupun luar negeri.
Di tempat tinggal gue sendiri yaitu Jakarta, bisa merasakan Gerhana matahari tetapi tidak total, melainkan hanya 88% saja. Berdasarkan data BMKG, matahari di jakarta terjadi puncaknya pada pukul 7.21 WIB. Untuk dapat menikmati moment ini, gue dan sepupu gue bergegas menonton bareng gerhana matahari di planetarium Jakarta, karena da info dibagikan kacamata gratis hehehhe. pukul 6.15 gue dan sepupu berangkat ke planetarium jakarta yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal gue. sesampainya di daerah cikini, jalanan sudah dipenuhi oleh kendaraan yang mengalami kemacetan karena banyak warga jakarta dan sekitarnya yang ingin punya niat yang sama dengan gue untuk menyaksikan gerhana matahari. sesampainya di planetarium, ruangan dan halaman sudah dipenuhi oleh masyarakat dan mobil-mobil stasiun TV yang akan melakukan liputan moment GMT ini. gue masuk ke dalam untuk berusaha dan berharap masih bisa dapat kacamata gratis, tapi ternyata sudah ludes 4.000 kacamata yang dibagikan BMKG ini. jelas ya kehabisan ternyata banyak yang sudah datang sejak pukul 3 pagi. WOW bangeeettt yaaaa!
Gue akhirnya memutuskan untuk kebelakang planetarium, karena matahari tepat berada di belakang gedung, bersama ratusan orang dibelakang gedung, gue menyaksikan gerhana dengan bekal kacamata yang gue pinjam dari ibu-ibu yang sudah datang pukul 5 pagi. Ternyata halaman belakang gedung, terpatnya dekat perpustakaan ada sebagian orang yang melakukan shoalat Gerhana matahari, gue berniat ikutan karena sudah siap membawa mukena, tetapi ternyata pas sampai sana sholatnya baru saja selesai, hiks :(. Gue yang kurang info perihal sholat gerhana ini, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan menikmati gerhana matahari hingga sampai pada waktu puncak gerhana pukul 7.21 WIB. Rencana gue memang ketika sudah sampai dipuncak gerhana, gue bergegas ke Masjid sunda kelapa untuk mendengarkan ceramah agama perihal moment ini.
Akhirnya tiba waktu yang ditunggu-tunggu pukul 7.21 WIB yaitu puncak gerhana, bermodalkan kacamata yang gue pinjam secara bergantian ini, gue akhirnya bisa menikmati moment bersejarah ini yang sebelumnya ternjadi 33 tahun yang lalu, dimana gue belum lahir hehehe. Langit menjadi mendung karena sinar matahari tertutup oleh bulan, yap untuk beberapa menit Jakarta mendung. Berbeda dengan kota yang dilewati Gerhana Matahari Total, pemandangan langit menjadi indah karena bisa dibilang hampir Gelap langit dikota-kota tersebut. Gue dan sepupu ga berhenti bersyukur dan memuji sang Maha Pencipta tata surya yang bisa mengatur segala menjadi tertata seperti ini. Banyak hal yang menjadi renungan dari kejadian ini, manusia tidak dapat memungkiri kuasa sang Maha Pencipta dalam mengatur tata surya, fenomena ini tidak dapat diciptakan oleh tangan manusia, tetapi terjadi secara alami dengan kuasa Alloh SWT.
Gue merasa bersalah tidak melakukan sholat Gerhana Matahari, akhirnya gue dan sepupu beranjak ke masjid Sunda Kelapa. Gue melihat suasana yang tenang dan begitu berbeda dengan suasana di Planetarium. orang-orang berbondong-bondong ke masjid ini untuk melaksanakan sholat gerhana dan mendengarkan nashat ceramah agama dari guru. Disini gue kecewa seharusnya gue menuruti nyokap gue untuk berangkat ke masjid bukan ke planetarium.
tulisan ini akan gue update lagi yaaa dengan lanjutan cerita dan foto-foto tentunya. xoxo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar