Senin, 28 Maret 2016

Masjid-Masjid Agung di Pulau Jawa yang Menawan

Kali ini gue akan bercerita tentang Masjid-masjid agung yang ada di pulau Jawa. Kota-kota besar dipulau jawa memiliki Masjid Agung yang menjadi khas dari kota tersebut. Masjid-masjid agung setiap provisi terdapat di ibu kota dari provisi tersebut. diantaranya Masjid Agung Jawa Tengah terdapat di Semarang, Masjid Agung Jawa Timur Terdapat di Surabaya, yang terakhir adalah Masjid Raya Bandung. Dari ketiga Masjid tersebut masing-masing memiliki khas dan keunikan yang berbeda. Gue akan bahas satu-satu berdasarkan pengalaman mengunjungi masjid-masjid tersebut.
  1. Masjid Raya Bandung (Dahulu Masjid Agung Bandung)
    Ketika berjalan-jalan ke kota bandung kemarin, gue tertarik untuk mengunjungi Masjid Raya Bandung yang menjadi alun-alun kota Bandung. Masjid Raya Bandung terletak di Jl. Asia Afrika - yoshiewafa - Dahulunya masjid Raya Bandung dikenal dengan nama Masjid Agung Bandung yang merupakan sebuah masjid besar yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia. Masjid ini juga merupakan sebuah masjid utama di provinsi Jawa Barat. Masjid ini pertama kali didirikan pada tahun 1810. Ketika kepemimpinan Kang Emil, Masjid Raya Bandung menjadi diperbaikin dan menjadi alun-alun yang selalu diramai oleh warga bandung dan pelancong yang datang ke kota Bandung. daerah asia afrika sendiri merupakan objek wisata sejak lama dan gue termasuk yang menyenangi arsitektur daerah ini.
    untuk masuk ke Masjid Raya Bandung, kita akan menemui kemacetan di depan masjid, jadi kalau saran dari gue lebih baik parkir di bank BRI Sebrang masjid.
  2. Masjid Agung Jawa Tengah
    Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) adalah Masjid yang terletak di jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang Jawa Tengah. Masjid ini sangat megah dengan luas lahan mencapai 10 Hektar dan luas bangunan induk untuk shalat 7.669 meter persegi tersebut bargaya arsitektur perpaduan antara Jawa, Jawa Tengah dan Yunani.
    Di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ini terdapat Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah di Tower Asmaul Husna Lantai 2 dan 3, Hotel Graha Agung di sisi Utara dan resto yang memiliki view terbaik di Kota Semarang ini di Tower Asmaul Husna Lantai 18.
    Halaman Masjid ini terdapat payung-payung yang mirip dengan Masjid nabawi di madinnah, payung ini akan terbuka dikala sholat Jumat saja.
    Ketika memasuki halaman Masjid ini, 
  3. Masjid Agung Surabaya
    Masjid terbesar kedua di Indonesia yang berlokasi di Kota Surabaya, Jawa Timur setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Posisi masjid ini berada di samping Jalan Tol Surabaya-Porong. Ciri yang mudah dilihat adalah kubahnya yang besar didampingi 4 kubah kecil yang berwarna biru. Serta memiliki satu menara yang tingginya 99 meterMasjid Nasional Al-Akbar Surabaya dibangun sejak tanggal 4 Agustus 1995.
    Ketika sampai di parkiran masjid ini, kata yang keluar waktu itu ke "wow, gede banget nih mah masjidnya". saat itu kita mampir kesana untuk melaksanakan sholat magrib. alhamdulillah gue dan mamah dapat sholat berjamaah, arsitektur masjid yang masjid ini sangat indah, tidak kalah dengan masjid Agung lainnya, dan diantar ketiga masjid yang gue bahas ini, gue harus akui masjid Al Akbar ini memiliki arsitektur yang paling indah. Gabungan arsitektur Jawa dan timur tengah dengan dominasi warna biru ini juga dilengkapi eskalator untuk aula yang digunakan untuk acara-acara seperti pernikahan. Saat itu ada 2 acara respsi pernikahan di aula sisi sebelah utara dan selatan. Pintu-pintu masjid ini pun memiliki ukiran yang sangat indah, sehingga gue dan mamah pun menyempatkan berpoto dipintu indah ini.
Sebenarnya gue mau menambahkan masjid Istiqlal sebagai masjid Terbesar di Indonesia, tetapi menyusul insya alloh minggu depan beserta foto-fotonya ya.

Selasa, 15 Maret 2016

Gerhana Matahari Total, Moment sekali seumur hidup!

Tanggal 9 Maret 2015 adalah hari bersejarah dalam perjalanan hidup gue dan seluruh penduduk bumi. Karena pada tanggal 9 kemarin terjadi fenomena peristiwa alam yang sangat jarang sekali terjadi yaitu Gerhana Matahari Total. Indonesia menjadi satu-satunya daratan yang dapat menjadi saksi terjadinya Gerhana Matahari Total ini. Bangka, Belitung, Palembang, Luwuk, Palu, Halmahera menjadi kota yang dilewati oleh Gerhana Matahari Total ini. Fenomena ini menjadi salah satu moment yang digunakan Kementrian pariwisata Indonesia sebagai campaign visit Indonesia. Di kota-kota tersebut banyak sekali pergelaran-pergelaran budaya yang menjadi daya tarik turis mancanegara dan domestik. Bagi para wisatawan, astronom, fotografer, moment ini sangat bersejarah dan harus disaksikan secara langsung, hal ini terlihat dibeberapa kota yang dapat menikmatin moment GMT ramai didatangi masyarakat lokal ataupun luar negeri.

Di tempat tinggal gue sendiri yaitu Jakarta, bisa merasakan Gerhana matahari tetapi tidak total, melainkan hanya 88% saja. Berdasarkan data BMKG, matahari di jakarta terjadi puncaknya pada pukul 7.21 WIB. Untuk dapat menikmati moment ini, gue dan sepupu gue bergegas menonton bareng gerhana matahari di planetarium Jakarta, karena da info dibagikan kacamata gratis hehehhe. pukul 6.15 gue dan sepupu berangkat ke planetarium jakarta yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal gue. sesampainya di daerah cikini, jalanan sudah dipenuhi oleh kendaraan yang mengalami kemacetan karena banyak warga jakarta dan sekitarnya yang ingin punya niat yang sama dengan gue untuk menyaksikan gerhana matahari. sesampainya di planetarium, ruangan dan halaman sudah dipenuhi oleh masyarakat dan mobil-mobil stasiun TV yang akan melakukan liputan moment GMT ini. gue masuk ke dalam untuk berusaha dan berharap masih bisa dapat kacamata gratis, tapi ternyata sudah ludes 4.000 kacamata yang dibagikan BMKG ini. jelas ya kehabisan ternyata banyak yang sudah datang sejak pukul 3 pagi. WOW bangeeettt yaaaa!

Gue akhirnya memutuskan untuk kebelakang planetarium, karena matahari tepat berada di belakang gedung, bersama ratusan orang dibelakang gedung, gue menyaksikan gerhana dengan bekal kacamata yang gue pinjam dari ibu-ibu yang sudah datang pukul 5 pagi. Ternyata halaman belakang gedung, terpatnya dekat perpustakaan ada sebagian orang yang melakukan shoalat Gerhana matahari, gue berniat ikutan karena sudah siap membawa mukena, tetapi ternyata pas sampai sana sholatnya baru saja selesai, hiks :(. Gue yang kurang info perihal sholat gerhana ini, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan menikmati gerhana matahari hingga sampai pada waktu puncak gerhana pukul 7.21 WIB. Rencana gue memang ketika sudah sampai dipuncak gerhana, gue bergegas ke Masjid sunda kelapa untuk mendengarkan ceramah agama perihal moment ini.

Akhirnya tiba waktu yang ditunggu-tunggu pukul 7.21 WIB yaitu puncak gerhana, bermodalkan kacamata yang gue pinjam secara bergantian ini, gue akhirnya bisa menikmati moment bersejarah ini yang sebelumnya ternjadi 33 tahun yang lalu, dimana gue belum lahir hehehe. Langit menjadi mendung karena sinar matahari tertutup oleh bulan, yap untuk beberapa menit Jakarta mendung. Berbeda dengan kota yang dilewati Gerhana Matahari Total, pemandangan langit menjadi indah karena bisa dibilang hampir Gelap langit dikota-kota tersebut. Gue dan sepupu ga berhenti bersyukur dan memuji sang Maha Pencipta tata surya yang bisa mengatur segala menjadi tertata seperti ini. Banyak hal yang menjadi renungan dari kejadian ini, manusia tidak dapat memungkiri kuasa sang Maha Pencipta dalam mengatur tata surya, fenomena ini tidak dapat diciptakan oleh tangan manusia, tetapi terjadi secara alami dengan kuasa Alloh SWT.

Gue merasa bersalah tidak melakukan sholat Gerhana Matahari, akhirnya gue dan sepupu beranjak ke masjid Sunda Kelapa. Gue melihat suasana yang tenang dan begitu berbeda dengan suasana di Planetarium. orang-orang berbondong-bondong ke masjid ini untuk melaksanakan sholat gerhana dan mendengarkan nashat ceramah agama dari guru. Disini gue kecewa seharusnya gue menuruti nyokap gue untuk berangkat ke masjid bukan ke planetarium.

tulisan ini akan gue update lagi yaaa dengan lanjutan cerita dan foto-foto tentunya. xoxo